RENUNGAN : Bernyawakah Kekayaan?

“Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. (Matius 13:22).

Bernyawakah kekayaan? Mungkin kita akan menjawab tidak. Mungkin memang betul tidak bernyawa, sebab kekayaan itu benda mati. Tetapi meskipun kekayaan itu tidak benyawa atau benda mati. Firman TUHAN menjelaskan bahwa bahwa kekayaan itu dapat menipu dan memperdaya kita. Sebab begitu tergila-gilanya manusia kepada kekayaan, sehingga kekayaan memiliki kekuatan yang  besar untuk memperdaya kita.

Waspadalah dengan kekayaan. Kekayaan diciptakan oleh ALLAH sebagai alat untuk kesejahteraan manusia, bukan manusia yang harus diperdaya oleh kekayaan. Diperdaya kekayaan berarti kita akan memuja kekayaan lebih dari segala sesuatu. Sehingga lupa kepada keluarga, lupa kepada TUHAN, lupa akan siapakah diri kita. Kita akan menjadi manusia kejam dan mencintai kekayaan lebih dari siapapun juga.

Jadikanlah kekayaan sarana untuk hidup. Jangan hidup kita diperdaya kekayaan. Amin. Dari kota SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Iklan
Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: