RENUNGAN : Perkataan Yang Kekal

“Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya!” Ayub 19:23

Perkataan yang kekal. Demikianlah menjadi doa dan harapan Ayub, agar perkataannya di tulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya. Dan jadilah apa yang menjadi doa Ayub. Meski perkataan itu harus keluar dari dalam penderitaan yang berat. Namun penderitaan berat yang dialami Ayub itulah yang menghasilkan perkataan yang kekal. Yang layak diabadikan di dalam kitab untuk selama-lamanya. Seandainya Ayub tidak harus menjalani penderitaan itu. Pastilah perkataannya tidak diabadikan karena tidak layak.

Demikianlah sering Allah mengijinkan berbagai-bagai pergumulan berat harus kita hadapi. Dari berbagai-bagai pergumulan itulah yang akhirnya menghasilkan perkataan-perkataan yang sanggup memberkati orang lain, bahkan layak untuk diabadikan dalam sebuah kitab. Janganlah bersungut-sungut atas setiap penderitaan yang kita hadapi. Sebab dari penderitaan itulah yang menjadikan perkataan kita menjadi berkat.

Jadikan penderitaan sebagai suatu proses pembentukkan agar setiap perkataan kita dapat memberkati dan layak di tuliskan dalam kitab. Amin.

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: