RENUNGAN : Tuhan Diam Dalam Kekelaman

Pada waktu itu berkatalah Salomo: “TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman.” I Raja-raja 8:12

Diam dalam kekelaman. Allah diam dalam kekelaman. Meski IA adalah pencipta langit dan alam semesta. Hal itu IA lakukan saat bangsa Israel masih dalam pengembaraan. Bangsa Israel masih dalam perjalanan menuju Tanah Kanaan. Mereka belum memiliki tempat yang tetap untuk tinggal. Allah rela tinggal dalam kekelaman dari tenda ke tenda, mengikuti perjalanan bangsa Israel, sebelum bangsa itu mendapatkan tempat yang tetap. Hingga akhirnya Allah berkenan diam dalam Bait Allah di Yerusalem yang di bangun oleh Raja Salomo, setelah bangsa Israel mendapatkan tempat yang tetap dan menjadi sebuah kerajaan yang besar.

Allah telah menjadi teladan secara langsung kepada anak-anakNYA. Bagaimana IA rela berkorban demi anak-anakNYA agar mendapatkan tempat yang tetap dan mapan. Allah sebagai BAPA kita mengutamakan dan mendahulukan kita. Sudah seharusnya kita melakukan sama seperti yang ALLAH lakukan. Mengutamakan kerajaan ALLAH dalam segala sesuatu sebelum memikirkan diri kita sendiri.

Kita dapat mengutamakan ALLAH lebih dari diri kita sendiri. Dengan cara memikirkan pekerjaan ALLAH terlebih dahulu. Membangun rumah ALLAH terlebih dahulu sebelum membangun rumah kita sendiri. Mengambil persepuluhan untuk TUHAN sebelum kita mengambil untuk kepentingan pribadi.

Mengutamakan Allah terlebih dahulu, sebelum memikirkan diri sendiri adalah sifat ALLAH yang kita miliki sebagai pertanda bahwa kita adalah anak-anak ALLAH. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati Saudara.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Iklan
Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: