RENUNGAN : Penderitaan Sebagai Pendidikan Tuhan

PENDERITAAN SEBAGAI PENDIDIKAN TUHAN

“Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.” Kejadian 41:51.
Siapa tidak bangga menjadi pemimpin besar seperti Yusuf. Ia memiliki kekuasaan tertinggi di tanah Mesir. Suatu jabatan tertinggi di sebuah kerajaan besar. Menjadi orang nomor satu setelah Raja Firaun. Mengapa ia memperoleh jabatan yang demikian tinggi? Sanggupkah ia menjadi pemimpin besar itu? Layakkah ia menerima jabatan itu? Dari mana dia belajar sehingga dapat menjadi pemimpin besar? Jawabannya adalah Allah yang telah mendidiknya.
Yusuf memiliki pendidikan yang sangat keras yang diterimanya dari Tuhan Allah. Sejak kecil ia sudah menjadi anak yang dikucilkan diantara saudara-saudaranya. Dalam kesendirianya ia pernah dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sendiri. Dijual sebagai budak di negeri orang. Bahkan di fitnah dengan kejam, di masukkan ke dalam penjara. Tanpa suatu kesalahan apa-apa. Betapa sakit hatinya. Betapa ia begitu menderita. Tak ada yang menolongnya. Tak ada yang berbelas kasihan kepadanya. Ia berada di negeri orang.
Namun penderitaan dan kesengsaraan yang dialaminya, telah menempa dan membentuk Yusuf sebagai seorang pemimpin besar yang bijaksana. Ia sanggup memimpin sebuah kerajaan besar. Melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk menyelamatkan suatu bangsa. Bahkan Allahpun menghapus ingatan akan semua penderitaan pada masa lalunya.
Mungkin kita mengalami penderitaan dan kesengsaraan yang sama seperti yang dialami Yusuf. Persoalan demi persoalan silih berganti. Kesusahan demi kesusahan terus menimpa diri. Janganlah menjadi kecil hati. Semakin besar penderitaan itu, semakin tinggi pendidikan kita dihadapan Tuhan. Dan kita layak untuk menerima jabatan dan kepercayaan yang tinggi juga. Penderitaan, kesengsaraan dan kesusahan adalah cara Allah menempa hati kita. Agar diri kita siap menerima kepercayaan besar dari Allah.
JADIKAN PENDERITAAN HIDUP KITA SEBAGAI PERSIAPAN UNTUK MENERIMA KEPERCAYAN BESAR DARI ALLAH. Amin. Dari Sion Tuhan Yesus memberkati.

Iklan
Categories: Renungan | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: