RENUNGAN : Ditinggalkan Sendirian

DI TINGGALKAN SENDIRIAN

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”  Matius 27:46

Pernahkah saudara di tinggalkan sendirian? Di tinggallkan sendirian adalah pengalaman menyakitkan. Yesus Kristus pernah mengalami di tinggalkan sendirian. Bukan hanya oleh teman-temannya tetapi juga oleh AllahNya. Mengapa Allah mengijinkan kita merasa di tinggalkan sendirian? Meskipun Allah sudah berjanji bahwa Ia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita sendirian. Ada beberapa alasan mengapa Allah mengijinkan hal itu terjadi.

Yang pertama adalah supaya kita belajar percaya. Di tinggalkan sendirian adalah hanya masalah mata dan perasaan. Tetapi dengan iman kita tahu bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan sendirian.

Yang kedua adalah supaya kita belajar berani. Roh yang ada di dalam diri kita adalah Roh yang berani, bukan penakut. Dengan  di tinggalkan sendirian kita akan belajar berani menghadapi segala sesuatu sendiri, tanpa bergantung orang lain. Dengan demikian kita bukanlah orang cengeng.

Yang ketiga adalah supaya kita belajar mengasihi. Saat ditinggalkan kita akan merasa kehilangan orang-orang di sekeliling kita. Dengan demikian kita akan menyadari bahwa kita membutuhkan mereka dalam kehidupan kita. Bangkitlah kerinduan di dalam diri kita. Disitulah kita akan belajar mengasihi, orang-orang yang ada disekeliling kita adalah ternyata sangat berarti bagi kita.

Yang keempat adalah belajar intropeksi. Saat di tinggalkan sendirian mata kita akan semakin jelas melihat diri kita sendiri. Inilah saatnya kita intropeksi diri. Tentang kelemahan-kelemahan dan kekuatan yang ada di dalam diri kita.

Yang kelima adalah saatnya mendekat kepada TUHAN. Saat sendiri adalah hening dan sepi. Inilah saat paling nyaman kita mendekat kepada Tuhan. Kita akan menemukan kenikmatan mendekat kepada Tuhan.

Bersyukurlah jika  Allah mengijinkan kita ditinggalkan sendirian. Sebab ada harta yang berharga di dalamnya. Amin. Dari kota Sion, Tuhan Yesus menemani. (Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).  

Categories: Renungan | Tags: , , , , , , | 1 Komentar

Navigasi tulisan

One thought on “RENUNGAN : Ditinggalkan Sendirian

  1. JACK N. JANIS

    Puji Tuhan..Firman yang menguatkan,, memotivasi serta memberi solusi itulah FIRMAN ALLAH YANG HIDUP>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: