PUISI : Firman Tuhan

FIRMAN TUHAN

Ketika langkah mulai lemah, Hati mulai gundah, Sakit kian parah, Semangat tlah punah, Hasratpun tlah menyerah

Ketika kekuatan tlah sirna, Daya tlah tiada, Ambisi hilang jua, Tinggal luka yang ternganga

Tak ada salam sapa, tak ada senyum cinta, bahkan tak ada lagi kasih mesra, Pedih, merintih, yang tersisa

Bunga terasa tak indah lagi, embun tak sejuk lagi, bahkan suara kicauan burung tak merdu lagi

Terangnya mentari terasa suram, indahnya rembulan terasa kelam, bintang-bintangpun serasa tenggelam di balik awan

Hingga FIRMANMU menopangku, menjadi kekuatan di setiap sendi-sendi tulangku, membakar hasrat jiwaku, menjadi darah yang mengalir di ragaku, hingga aku bangkit kembali

FIRMANMU bagai sang surya yang menerangi jiwa, bagai rembulan yang menerangi hati yang kelam, bagai pelangi yang menghiasi hati.

FIRMANMU terasa indah, bagai bunga mekar di hati yang gersang, bagai hujan di tengah hati yang kering, bagai embun yang menyejukkan hati

FIRMANMU terasa manis saat hati sedang pahit. Terasa indah saat hati sedang gundah, terdengar merdu saat hati sedang terganggu dan terasa nikmat saat hati sedang sekarat

Terima kasih atas FIRMANMU Tuhan.

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: