RENUNGAN : Dimadu

DIMADU

“Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya. Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.” I Samuel 1:6-7

Di madu. Dimadu adalah sebuat status pernikahan yang poligami. Seorang yang di madu akan mengalami sakit hati yang luar biasa. Merasa dikhianati cintanya. Apalagi kalau sebagai istri tua, ditinggalkan dan lebih mengasihi istri muda. Firman Tuhan memberi teladan bagaimana sakitnya hati menjadi seorang wanita yang di madu. Keteladanan Hana nampak pada sikapnya yang baik. Saat Hana di madu, ia tidak membalas dengan perbuatan yang sama. Tetapi ia datang kepada Tuhan. Mengadukan sakit hatinya kepada Tuhan.  Hingga Hana memperoleh kasih karunia di hadapan Allah. Sebab Hana akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang menjadi Hamba Tuhan yang besar.

Peristiwa di madu ini, sekarang seakan menjadi trend. Di mana-mana kasus ini terjadi. Biasanya jika kasus ini terjadi, ada yang membalas dendam. Saling memusuhi. Saling membenci. Bertengkar terus-menerus hingga akhirnya anak-anak yang menjadi korban. Pelampiasan sakit hati dapat diwujudkan dalam berbagai-bagai cara kekerasan.

Hana adalah teladan yang baik dalam kasus ini. Ia menyerahkan sakit hatinya kepada Tuhan. Ia berdoa di Rumah Tuhan, menuntut keadilan. Dan mencurahkan semua sakit hatinya di pangkuan Bapa di surga. Marilah kita selesaikan sakit hati seperti yang dialami Hanna dengan cara menangis dihadapan Bapa Surgawi dan menuntut keadilan di hadapanNya. Amin. Dari Sion Tuhan Yesus memberkati.

Categories: Renungan | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: