RENUNGAN : Kemurahan Allah

KEMURAHAN ALLAH

“Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.” Amsal 11:32

Kata “mengurung” dalam bahasa aslinya dapat diartikan sebagai memenjarakan jika itu adalah orang, bisa diartikan menawan jika itu adalah musuh dalam peperangan, bisa juga diartikan menangkap jika itu adalah ikan. Allah telah memenjarakan semua orang dalam ketidaktaatan. Allah telah menawan semua orang dalam ketidaktaatan, atau Allah telah menangkap semua orang dalam ketidaktaatan. Jadi semua orang telah dipenjara oleh Tuhan dalam ketidaktaatan. Manusia sudah tidak dapat melepaskan diri lagi dengan kekuatan, kepinteran, pengalaman, kesalehan atau apapun.

Kata kemurahan dalam bahasa aslinya dapat diartikan belas kasihan. Dengan demikian oleh karena semua orang telah dipenjara dalam ketidaktaatn oleh Allah, dengan kekuatan manusia, manusia sudah tidak dapat meloloskan diri, kecuali dengan belas kasihan Allah, yang mau membebaskan manusia dari penjara.

Kita harus menyadari bahwa kehidupan semua orang termasuk saya dan saudara dalam keadaan sedang dipenjara oleh ketidaktaatan. Sehingga kehidupan kita sehari-hari, termasuk orang-orang yang ada disekeliling kita dalam keadaan ketidaktaatan kepada Allah. Dengan  kekuatan dan kemampuan kita kita tidak dapat membebaskan diri dari penjara ketidaktaatan ini. Oleh sebab itu kita hanya dapat mengharapkan belas kasihan Allah untuk menolong, membebaskan kita dari penjara ketiaktaatan ini dan memperoleh keselamatan.

Semakin dalam dan lama kita berada dalam ketidaktaatan, semakin besar belas kasihan Allah yang dicurahkan untuk kita dalam membebaskan kita dari ketidaktaatan. Namun Allah berkenan memberi kemurahanNya, yaitu belas kasihanNYa untuk membebaskan kita dari penjara ketidaktaatan.

Marilah kita mengharapkan belas kasihan Allah saja untuk dapat membebaskan kita dari ketidaktaatan ini, dan bukan berjuang dengan kemampuan dan kekuatan kita. Amin. Dari Sion Tuhan Yesus memberkati.

Iklan
Categories: Renungan | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: