RENUNGAN : Renungan Ulang Tahun

RENUNGAN ULANG TAHUN

“Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” Roma 8:34

Kepada para teman, sahabat, saudara yang saya kasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas perhatianya kepada saya. Dengan ucapan-ucapan kata selamat ulang tahun kepada saya. Ucapan yang berisi doa-doa dan harapan yang baik yang dicurahkan kepada saya. Hal itu sangat memberkati saya. Saya menerima semua berkat yang sesuai dengan doa dan harapan yang sudah dipanjatkan kepada Tuhan untuk saya. Bahkan perhatian-perhatian itu jauh sangat berharga bagi saya, dari pada sekedar hadiah berbentuk benda mati. Saya sangat diberkati dengan hal-hal demikian. Saya tidak membalas apa-apa kecuali dengan doa dan harapan yang sama, kiranya Tuhan memberkatimu semua.

Dalam renungan ulang tahun saya ini. Saya merasa bahwa Allah telah menunjukkan kasihnya kepada saya dengan pembelaanNya yang hebat kepada saya pribadi. Mengapa? Karena saya dilahirkan dari keluarga sederhana. Saya bukan turunan bangsawan. Dilahirkan di tempat yang sederhana, bahkan berada dalam lingkungan yang sederhana juga. Dari situasi ini menjadikan saya adalah orang sederhana yang tidak memiliki kemampuan seperti yang lain. Tidak memiliki kepintaran seperti orang-orang yang di sekiling saya, bahkan tidak memiliki kelebihan apa-apa seperti teman-teman saya. Dengan demikian menjadikan saya banyak direndahkan dimana-mana, bahkan dihina dan tidak mendapatkan simpatik sama sekali. Namun saya merasa Allah sebagai Bapa saya, selalu membela saya dimanapun saya berada. Allah yang membela saat saya direndahkan. Allah yang membela saat saya dihina. Allah yang membela saya, saat saya disingkirkan. Seandainya Allah tidak membela saya, saya bisa bayangkan jadinya saya seperti apa. Tetapi Allah selalu membela saya dalam segala situasi dan kondisi. Inilah yang menjadikan saya tetap berdiri tegak, kokoh dalam iman dan kuat dalam menghadapi badai kehidupan. Saya sungguh merasakan Allah yang membela hidup saya. Terima Kasih. Tuhan memberkati.

Categories: Renungan | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: