PUISI : Pergumulan

PERGUMULAN

Saat pergumulan. Semua terasa berat. Beban berat yang menindih kian sarat, sedang kekuatan kian lemah. Kaki ini berat untuk melangkah. Seperti ada rantai yang mengikat. Hati ini berat untuk bersemangat. Diam, beku, membatu kian lekat menindih. Mata ini susah untuk melihat, laksana ada perekat yang menempel. Kadang air mata mengalir deras, namun kadang kering sama sekali, pedih terasa. Tangankupun kian berat untuk diangkat, meski tak ada baja dalam genggaman.

Aku mau menatap kedepan, tetapi masa laluku menarikku. Aku ingin berpengharan namun hatiku terasa hancur luluh. Aku mau bangkit, namun pantatku terlalu berat, tuk diangkat. Aku mau berlari namun nafasku tersengal-sengal. Aku mau berpegangan, namun tak ada tiang di sekelilingku. Aku mau tertawa namun hatiku terlalu pedih untuk melakukan. Aku mau menyanyi, namun semua lagu penuh lara. Aku mau berseru, tak ada yang mau mendengarku. Aku mau berteriak, tak ada suara keluar dari bibirku. Ku pandang ke depan kosong, tak ada apa-apa, kupandang kebelakang dosa-dosaku mengikutiku. Sungguh tak ada daya, kata ataupun ucap yang sanggup menghiburku.

Saat-saat lemah sedemikian, hanya satu yang ku ingat, bahwa ada Roh yang membantuku dalam doa dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Ku tahu Dia mendoakanku, ku tahu Dia mengasihiku. Dan ku tahu doa-Nya bagiku, agar aku segera dipulihkan. Meski aku lemah tak berdaya, namun Roh itu berdoa agar aku segera memperoleh kekuatan. Ku tahu doa-Nya di dengar bagiku. Aku kan segera bangkit karena doa-doaNya. Ku tahu segalanya kan segera indah. Terima kasih Roh yang senantiasa mendoakanku. Amin.

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: