PUISI : Damai Itu Indah

DAMAI ITU INDAH

Saat gelisah membayangi, kecemasan terus menghantui, semua terasa menakutkan. Saat berbagai-bagai masalah menyelimuti, bahkan kesulitan-kesulitan hidup sedang menerpa, semua terasa dalam ketidaktenangan. Tak ada hiburan yang sanggup menemani. Duduk tidak nyaman, makan terasa tawar, tidur tidak nyenyak bahkan semua temanpun terasa tidak menyenangkan.

Namun damai itu indah. Damai itu datang seperti cahaya yang menerangi hati. Damai itu menyentuh lembut sampai ke dalam jiwa. Damai itu sanggup mengendorkan syaraf-syaraf yang tegang, damai itu mampu memberi ketenangan. Damai itu indah. Damai itu membuat wajah kembali bersinar, segar, bahkan memancarkan keteduhan dan sukacita. Damai itu membangkitkan kasih yang tulus, mendorong senyum yang manis, dan keramahan serta perhatian kepada setiap orang.

Damai itu indah. Indah saat dirasakan berbeda dengan kegelisahan. Indah saat kita temukan di tengah kecemasan. Indah saat kita nikmati usai penuh keresahan. Damai itu datang saat hati kita berserah kepada Tuhan. Damai itu muncul saat kita mulai memanggil Tuhan. Damai itu bangkit saat kita mulai bersandar kepada Tuhan.

Damai itu datang bukan karena kekuatan kita. Damai itu datang buka karena kemampuan kita. Damai itu datang bukan karena kecakapan kita. Damai itu datang karena anugrah yang maha kuasa. Damai itu mengalir dari Roh Allah. Damai yang indah yang tak kan pernah terkalahkan oleh apapun. Damai yang mengatasi segala sesuatu. Damai yang tak dapat direbut oleh siapapun. Damai yang indah, yang tak dapat terkalahkan oleh apapun. Amin.

Iklan
Categories: Puisi Rohani | Tag: , , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “PUISI : Damai Itu Indah

  1. dedy

    bagus sekali keren.kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: