Andalan

Selamat Datang

di Blog’s resmi PENDOA SION. Disini Saudara dapat menemukan informasi yang berkaitan dengan Layanan Doa SION ONLINE, Gereja Baptis Indonesia SION GROGOL, dan Saudara juga dapat DOWNLOAD program Easy Worship 2009 (terbaru), Database Lagu “Nyanyian Pujian” dari LLB, dan beberapa program lainnya secara GRATIS. Kiranya semuanya ini menjadi berkat bagi Saudara. Terima kasih atas kunjungannya, Tuhan memberkati.

 

MUJIZAT JARAK JAUH

“Tuan, aku tidak layak menerima tuan di di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Matius 8:8

Seorang perwira datang kepada Yesus untuk memohon agar hambanya yang sakit lumpuh disembuhkanNya. Yesus akan segera datang untuk menyembuhkan, tetapi perwira itu menolak, karena perwira itu punya iman bahwa, dengan sepatah kata Tuhan Yesus dari jauh, hamba itu akan sembuh. Iman perwira itulah yang menjadikan hamba itu sembuh.

Mujizat dapat terjadi dari jauh. Kuasa Tuhan tidak terbatas ruang dan waktu. Hal itulah yang mendasari kami membuka pelayanan doa online, karena kita percaya lewat media internet jarak jauh, mujizat dapat terjadi, tanpa Saudara datang ke tempat kami atau kami datang ketempat Saudara.

Apapun sakit penyakit Saudara, Allah sanggup melenyapkan sekejap mata. Apapun pergumulan dan masalah hidup Saudara, Allah dapat memulihkan utuh kembali. Kerusakan ekonomi yang paling berat dapat diperbaiki. Sakit hati yang paling dalam, Allah sanggup mengobati. Kehancuran rumah tangga yang tak mungkin diperbaiki, Allah sanggup memperbaiki. Tak terbatas kuasa Tuhan. Apapun pergumulan dan masalah saudara saat ini, tangisan, jeritan, beban berat, kesakitan. Serahkanlah kepada Tuhan.

Milikilah iman seperti perwira itu, bawalah segala permasalahan saudara melalui pelayanan online kami, ambil handphone Saudara dan chat WA/SMS kami, atau lewat internet (isi kolom komentar), kami para Pendoa Sion siap mendoakan Saudara. Jangan ragu lagi, MUJIZAT DAPAT TERJADI DARI JARAK JAUH.

(Pendoa Sion)

Puisi: SIANG DAN MALAM

pinterestdotcom
Siang dan malam

Malam memang gelap menutupi
Namun di tengah kegelapan bumi
Ada cahaya rembulan yang menyinari
Ada bintang-bintang malam menghiasi
Ada kunang-kunang yang menari-nari

Siang memang ada cahaya mentari
Namun di tengah terangnya mentari
Ada awan gelap yang membayangi
Ada gerhana matahari yang menutupi

Demikian pula hidup ini
Saat arah hidup gelap menyelimuti
Kan ada terang dari Bapa Surgawi
KasihNya tak kan pernah berhenti

Saat hidup kita diberkati
Kan ada awan membayangi
Agar kita senantiasa berhati-hati

Namun apapun yang terjadi
Tuhan kan selalu menyertai

(Tunas Putra)

Puisi: DEMO DEMOKRASI

Foto: niaga.asia

DEMO DEMOKRASI

Demo Omnibus Law kembali terjadi
Mereka menyebutnya ini demokrasi
Yang mengaku mereka anak negri
Yang berteriak mereka cinta ibu pertiwi
Katanya didukung mantan pejabat tinggi
Hingga semua perguruan tinggi

Demo Omnibus Law tiada henti
Seakan itu satu-satunya solusi
Meski ini sedang masa pandemi
Ancaman kesehatan tak lagi peduli

Betulkah ini gerakan yang murni?
Atau ada yang menunggangi?
Semoga semua segera mawas diri
Bersikap dewasa demi ibu pertiwi

(TP-SION)

 
 

Renungan: MENDUDUKI TANAH KANAAN

MENDUDUKI TANAH KANAAN

Ulangan 4:1 “Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.”

Memasuki dan menduduki Tanah Kanaan adalah merupakan dambaan dan impian bangsa Israel. Menempati Tanah Kanaan adalah tujuan utama yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel. Sejak Abraham, Ishak, Yakub, bahkan ketika Yusuf bahkan Musa terus rindu dan memperjuangkan mereka kembali ke Tanah Kanaan. Sebuah Tanah yang di janjikan Tuhan, subur makmur, aman tenang dan damai.
Musa memberi petunjuk kepada bangsa Israel, untuk taat dan melakukan Firman Tuhan, agar dapat memasuki Tanah Kanaan.

Demikian juga dalam kehidupan kita. Pasti kita merindukan sebuah “tanah” yang subur makmur, aman tenang dan damai. Jauh dari kekerasan, tidak mengalami kekeringan. Aman, tenang dan damai dalam ekonomi, keluarga, pekerjaan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Taat dan melakukan Firman Tuhan, maka semua itu akan kita miliki. Amin. Dari kota Sion TUHAN YESUS MEMBERKATI.

(Tunas Putra).

Puisi: PATAH HATI

Patah Hati

PATAH HATI

Patah hati,
Sakitnya setengah mati
Menusuk dalam sampai ulu hati
Terasa menyayat perih sekali
Yang tak mungkin terobati
Meski dengan obat dari luar negeri
Atau jampi-jampi seorang dukun sakti

Patah hati,
Lebih sakit dari pada sakit gigi
Lebih dalam dari pada operasi
Membuat hidup terasa sunyi
Gaduh keramaian terasa sepi
Seakan dunia tak berpenghuni
Tinggal seorang diri

Patah hati,
Hanya Tuhan yang sanggup mengobati
Karena Dialah Sang Penjunan hati
Yang dekat dengan yang remuk hati
Untuk mengobarkan nyala api
Memberi semangat hidup kembali

(Tunas Putra).

Renungan: ROH PENGHIBUR

Burung Merpati

“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Yohanes 14:26

Roh Kudus, yang adalah Roh Allah sendiri. Di sebut juga Roh Penghibur. Disebut Penghibur oleh karena salah satu tugas-Nya adalah menghibur. Pesan ini disampaikan oleh Tuhan Yesus pada saat Tuhan Yesus sedang mempersiapkan murid-murid-Nya yang akan ditinggal pergi ke surga. Tuhan Yesus sudah merasakan betapa mereka akan sangat berduka karena kehilangan Gurunya. Guru yang biasanya menyertai mereka selalu. Menolong dalam kesulitan. Memberi makan. Melakukan mujizat-mujizat. Tempat mereka belajar secara langsung. Tempat mereka bertanya. Sekarang harus pergi tanpa diduga para murid. Betapa para murid merasa berduka dan kehilangan. Oleh sebab itu Tuhan Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Roh Penghibur.

Sampai hari ini, peran Roh Kudus sebagai Penghibur masih terus dilaksanakan. Oleh karena kesusahan hidup di dalam dunia, masih terus dirasakan. Mengikut Yesus bukan berarti tanpa persoalan. Kebutuhan dan tuntutan hidup membuat kita banyak berduka. Bukan saja oleh karena memikul salib. Namun sifat keadaan dunia, memang penuh kesusahan. Kesakitan, kekurangan, kesendirian juga konflik sosial. Namun janganlah tawar hati. Ada Roh Penghibur yang akan selalu menyertai kita. Memberi kekuatan untuk memampukan menghadapi segala kesulitan dan tantangan hidup.

Jangan sedih. Ada Roh Kudus yang menyertai kita. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, M.Th).

PUISI: Pandemi Dunia

Pandemi Dunia

Tersentak….dunia berhenti
Berhenti dari kesibukan diri
Berhenti dari kemegahan diri
Berhenti dari kehebatan diri

Kota-kota lengang sepi
Seperti tak berpenghuni
Kemajuan seakan tak berarti
Teknologi tak dapat pamer diri
Semua menepi, lari dan sembunyi

Tak ada lagi yang berebut kekuasaan
Tak ada yang pamer kekayaan
Tak ada yang adu kekuatan
Luruh, runtuh berdiam dalam kesunyian

Pandemi telah mengubah peradaban
Kepintaran tak ada lagi dalam percakapan
Kekayaan telah hancur berantakan
Kebesaran hanyalah sebuah kenangan

Kini, semua hanya berserah diri
Kepada TUHAN yang maha tinggi
Musuh kuat yang tersembunyi
Telah menjadi sebuah pandemi

(Tunas Putra)

RENUNGAN: PASKAH DITENGAH PANDEMI

Foto: Pixabay.com

“Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.” (Keluaran 12:3-11).

Paskah di tengah covid 19. Hal ini mengingatkan saya kepada paskah pertama saat bangsa Ibrani mempersiapkan diri keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan. Sebuah ketaatan dibutuhkan untuk dapat selamat maut. Salah sedikit saja, bangsa Ibrani tidak taat, malaikat maut merenggutnya.

Demikian juga paskah di tengah covid 19. Salah sedikit saja tidak taat, covid 19 akan merenggutnya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya Musa mengatur bangsa Israel untuk taat pada waktu itu. Demikian juga pemerintah saat ini betapa sulitnya masyarakat agar taat sehingga tidak tertular covid 19.

Semoga paskah di tengah pandemi covid 19. Kita bisa merasakan betapa sulitnya paskah pertama bangsa Israel. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

(Tunas Putra).

PUISI: Kartini Ditengah Pandemi

Foto: genpi.co

Kartini di tengah pandemi
Mempertahankan keluarga tidak pergi-pergi
Tetap mencukupkan kebutuhan sehari-hari
Meski dunia sedang di landa resesi
Lockdown pintu jalan disana sini

Kartini di tengah pandemi
Menyiapkan masker siap ditali
Mengingatkan tangan selalu dicuci
Mengajak keluarga berjemur setiap pagi
Menyediakan nutrisi penuh gizi

Kartini di tengah pandemi
Membuat rumah bersih dan rapi
Memeriksa pintu-pintu selalu terkunci
Ibadah keluarga dirumah setiap hari
Rajin berdoa agar pandemi segera pergi

(Tunas Putra).

PUISI: Mawas Diri

Sendiri sepiSaatnya kita menyadari
Bahwa kèhidupan tlah berganti
Jalan-jalan tlah mulai nampak sepi
Toko toko sudah tidak ada pembeli
Pintu-pintu rumah tlah rapat terkunci
Suara canda tawa tak terdengar lagi
Kemeriahan hiruk pikuk tlah berhenti
Kampung-kampung mulai nampak sunyi

Dunia kini tlah mulai berubah
Jauh dari kehidupan yang mewah
Tak ada lagi harta yang berlimpah
Tak ada lagi suara kidung yang indah
Hanya suara sendu lirih penuh desah
Wajah-wajah sayu yang nampak susah
Sorot sinar mata yang penuh gundah
Suara lirih yang terdengar gelisah
Seakan kehidupan kan segera punah

Kini,
Sudah saatnya kita mawas diri
Memeriksa masing-masing pribadi
Menilik lebih dalam setiap hati
Apa arti kehidupan ini
Masih adakah arti kemegahan diri
Rasa rasa congkak, iri dan dengki
Atau memang hati kita sudah suci
Mendekatlah kepada Bapa Surgawi
Agar pandemi bumi segera berhenti

(Tunas Putra).

𝗥𝗘𝗡𝗨𝗡𝗚𝗔𝗡: 𝗛𝗮𝗹 𝗕𝗮𝗶𝗸 𝗧𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗩𝗶𝗿𝘂𝘀 𝗖𝗼𝗿𝗼𝗻𝗮

𝐾𝑖𝑡𝑎 𝑡𝑎ℎ𝑢 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝐴𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑢𝑟𝑢𝑡 𝑏𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑒𝑔𝑎𝑙𝑎 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑏𝑎𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑠𝑖ℎ𝑖 𝐷𝑖𝑎, 𝑦𝑎𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑛𝑔𝑔𝑖𝑙 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑎𝑖 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑟𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎 𝐴𝑙𝑙𝑎ℎ. 𝑅𝑜𝑚𝑎 8:28
 
 
Virus Corona. Hampir seluruh dunia mengutuk Virus Corona. Tidak ada yang baik tentang Virus Corona. Di anggap sebagai kutukan, hukuman, laknat dsb. Namun Firman Tuhan melalui Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma menjelaskan, bahwa semua pekerjaan Tuhan adalah untuk kebaikan bagi yang mengasihi-NYA.
 
Pernahkah kita berpikir, dengan Virus yang mematikan menjadikan kita mendekat kepada Tuhan. Dengan dirumah saja, menjadikan kita belajar mandiri secara rohani, banyak berdoa sendiri dirumah, banyak membaca Firman Tuhan sendiri dirumah. Pernahkah kita renungkan, betapa susahnya anggota keluarga berkumpul dalam satu rumah. Dengan hanya dirumah saja, kita akan belajar ibadah satu keluarga, betapa indahnya, yang susah tercipta.
Gereja-gereja yang selama ini kaku, monoton dan susah berubah, sekarang harus menerima kenyataan, harus mengubah diri. Belajar sesuatu yang baru. Dengan cepat, dunia berubah, merupakan sebuah tuntutan. Semua menyadari bahwa dunia sudah berubah.
 
Pekerjaan Allah tidak pernah buruk, marilah kita belajar bersyukur atas segala sesuatu. Yang kita anggap paling buruk, ternyata segala sesuatu dikerjakan Allah untuk kebaikan kita yang mengasihi DIA. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkatimu.
 
(Tunas Putra).