Selamat Datang

di Blog’s resmi PENDOA SION. Disini Saudara dapat menemukan informasi yang berkaitan dengan Layanan Doa SION ONLINE, Gereja Baptis Indonesia SION GROGOL, dan Saudara juga dapat DOWNLOAD program Easy Worship 2009 (terbaru), Database Lagu “Nyanyian Pujian” dari LLB, dan beberapa program lainnya secara GRATIS. Kiranya semuanya ini menjadi berkat bagi Saudara. Terima kasih atas kunjungannya, Tuhan memberkati.

Klik atau sentuh tombol MENU (garis tumpuk 3 diatas) untuk melihat DAFTAR ISI.
.

 

PUISI: Pandemi Dunia

Pandemi Dunia

Tersentak….dunia berhenti
Berhenti dari kesibukan diri
Berhenti dari kemegahan diri
Berhenti dari kehebatan diri

Kota-kota lengang sepi
Seperti tak berpenghuni
Kemajuan seakan tak berarti
Teknologi tak dapat pamer diri
Semua menepi, lari dan sembunyi

Tak ada lagi yang berebut kekuasaan
Tak ada yang pamer kekayaan
Tak ada yang adu kekuatan
Luruh, runtuh berdiam dalam kesunyian

Pandemi telah mengubah peradaban
Kepintaran tak ada lagi dalam percakapan
Kekayaan telah hancur berantakan
Kebesaran hanyalah sebuah kenangan

Kini, semua hanya berserah diri
Kepada TUHAN yang maha tinggi
Musuh kuat yang tersembunyi
Telah menjadi sebuah pandemi

(Tunas Putra)

RENUNGAN: PASKAH DITENGAH PANDEMI

Foto: Pixabay.com

“Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.” (Keluaran 12:3-11).

Paskah di tengah covid 19. Hal ini mengingatkan saya kepada paskah pertama saat bangsa Ibrani mempersiapkan diri keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan. Sebuah ketaatan dibutuhkan untuk dapat selamat maut. Salah sedikit saja, bangsa Ibrani tidak taat, malaikat maut merenggutnya.

Demikian juga paskah di tengah covid 19. Salah sedikit saja tidak taat, covid 19 akan merenggutnya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya Musa mengatur bangsa Israel untuk taat pada waktu itu. Demikian juga pemerintah saat ini betapa sulitnya masyarakat agar taat sehingga tidak tertular covid 19.

Semoga paskah di tengah pandemi covid 19. Kita bisa merasakan betapa sulitnya paskah pertama bangsa Israel. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkati.

(Tunas Putra).

PUISI: Kartini Ditengah Pandemi

Foto: genpi.co

Kartini di tengah pandemi
Mempertahankan keluarga tidak pergi-pergi
Tetap mencukupkan kebutuhan sehari-hari
Meski dunia sedang di landa resesi
Lockdown pintu jalan disana sini

Kartini di tengah pandemi
Menyiapkan masker siap ditali
Mengingatkan tangan selalu dicuci
Mengajak keluarga berjemur setiap pagi
Menyediakan nutrisi penuh gizi

Kartini di tengah pandemi
Membuat rumah bersih dan rapi
Memeriksa pintu-pintu selalu terkunci
Ibadah keluarga dirumah setiap hari
Rajin berdoa agar pandemi segera pergi

(Tunas Putra).

PUISI: Mawas Diri

Sendiri sepiSaatnya kita menyadari
Bahwa kรจhidupan tlah berganti
Jalan-jalan tlah mulai nampak sepi
Toko toko sudah tidak ada pembeli
Pintu-pintu rumah tlah rapat terkunci
Suara canda tawa tak terdengar lagi
Kemeriahan hiruk pikuk tlah berhenti
Kampung-kampung mulai nampak sunyi

Dunia kini tlah mulai berubah
Jauh dari kehidupan yang mewah
Tak ada lagi harta yang berlimpah
Tak ada lagi suara kidung yang indah
Hanya suara sendu lirih penuh desah
Wajah-wajah sayu yang nampak susah
Sorot sinar mata yang penuh gundah
Suara lirih yang terdengar gelisah
Seakan kehidupan kan segera punah

Kini,
Sudah saatnya kita mawas diri
Memeriksa masing-masing pribadi
Menilik lebih dalam setiap hati
Apa arti kehidupan ini
Masih adakah arti kemegahan diri
Rasa rasa congkak, iri dan dengki
Atau memang hati kita sudah suci
Mendekatlah kepada Bapa Surgawi
Agar pandemi bumi segera berhenti

(Tunas Putra).

๐—ฅ๐—˜๐—ก๐—จ๐—ก๐—š๐—”๐—ก: ๐—›๐—ฎ๐—น ๐—•๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฉ๐—ถ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—–๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ฎ

๐พ๐‘–๐‘ก๐‘Ž ๐‘ก๐‘Žโ„Ž๐‘ข ๐‘ ๐‘’๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘”, ๐‘๐‘Žโ„Ž๐‘ค๐‘Ž ๐ด๐‘™๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘ก๐‘ข๐‘Ÿ๐‘ข๐‘ก ๐‘๐‘’๐‘˜๐‘’๐‘Ÿ๐‘—๐‘Ž ๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐‘ ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘™๐‘Ž ๐‘ ๐‘’๐‘ ๐‘ข๐‘Ž๐‘ก๐‘ข ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘Ž๐‘”๐‘– ๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘Ž ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘ ๐‘–โ„Ž๐‘– ๐ท๐‘–๐‘Ž, ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข ๐‘๐‘Ž๐‘”๐‘– ๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘Ž ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘”๐‘–๐‘™ ๐‘ ๐‘’๐‘ ๐‘ข๐‘Ž๐‘– ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘Ÿ๐‘’๐‘›๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘Ž ๐ด๐‘™๐‘™๐‘Žโ„Ž. ๐‘…๐‘œ๐‘š๐‘Ž 8:28
ย 
ย 
Virus Corona. Hampir seluruh dunia mengutuk Virus Corona. Tidak ada yang baik tentang Virus Corona. Di anggap sebagai kutukan, hukuman, laknat dsb. Namun Firman Tuhan melalui Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma menjelaskan, bahwa semua pekerjaan Tuhan adalah untuk kebaikan bagi yang mengasihi-NYA.
ย 
Pernahkah kita berpikir, dengan Virus yang mematikan menjadikan kita mendekat kepada Tuhan. Dengan dirumah saja, menjadikan kita belajar mandiri secara rohani, banyak berdoa sendiri dirumah, banyak membaca Firman Tuhan sendiri dirumah. Pernahkah kita renungkan, betapa susahnya anggota keluarga berkumpul dalam satu rumah. Dengan hanya dirumah saja, kita akan belajar ibadah satu keluarga, betapa indahnya, yang susah tercipta.
Gereja-gereja yang selama ini kaku, monoton dan susah berubah, sekarang harus menerima kenyataan, harus mengubah diri. Belajar sesuatu yang baru. Dengan cepat, dunia berubah, merupakan sebuah tuntutan. Semua menyadari bahwa dunia sudah berubah.
ย 
Pekerjaan Allah tidak pernah buruk, marilah kita belajar bersyukur atas segala sesuatu. Yang kita anggap paling buruk, ternyata segala sesuatu dikerjakan Allah untuk kebaikan kita yang mengasihi DIA. Amin. Dari kota Sion Tuhan Yesus memberkatimu.
ย 
(Tunas Putra).

PUISI: Virus Corona

VIRUS CORONA

Sunyi sepi seperti kota mati
Seakan sudah tak berpenghuni
Lalu lalang sudah tak ada lagi
Keramaian kota telah berhenti

Virus Corona telah menjadi pandemi
Yang menghantui penduduk bumi
Hanya para petugas yang berani mati
Yang rela bekerja sepenuh hati

TUHAN, Jangan biarkan terus begini
Selamatkan umatmu yang KAU kasihi
Beri kesempatan kami mendekatkan diri
Tuk menerima ampunan BAPA SURGAWI

(Tunas Putra)

PUISI: Tahun Baru

musim bunga tahun baru

TAHUN BARU

Masih adakah mentari kan berseri
Menjelang waktu yang kan terlewati
Masih adakah musim bunga kan bersemi
Tahun yang kan segra berganti

Luka lama masih begitu terasa perih
Kenangan hitam masih terbayang pedih
Seakan ku tak kan sanggup pulih
Tuk dapati yang kan dapat ku raih

Namun ku harus tetap berdiri
Karena hari baru harus ku hadapi
Esok kan masih ada fajar pagi
Yang merekah sepanjang hari

Semoga masih ada keajaiban
Dalam langkah-langkah perjalanan
Hidupku berbeda dalam kehidupan
Tiap detik selalu ada kemajuan

(Tunas Putra).

PUISI: Masih Ada Harapan

Merangkak

Ketika kau sudah tidak mampu berlari
Kau masih bisa berjalan
Ketika kau sudah tidak sanggup berjalan
Kau masih bisa mencoba merangkak
Ketika kau sudah tidak kuat merangkak
Kau masih bisa berdoa
Ketika kau sudah tidak bisa lagi berdoa
Roh Kudus akan membantu berdoa
Dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan

(Tunas Putra).

PUISI: Hidup Yang Berpengharapan

Hidup Semangat

Hidup ini memang kadang menyakitkan.
Dengan berbagai himpitan persoalan.
Yang susah untuk dilupakan.
Masa lalu yang penuh dengan kepahitan.
Masa kini yang penuh dengan beban.
Demikian pula masa depan yang belum ada persiapan.

Hidup ini juga kadang menyenangkan.
Melihat alam semesta yang mengagumkan.
Teman-teman yang memberi perhatian.
Kadang juga pengalaman-pengalaman indah yang mewarnai kehidupan.

Namun, apapun keadaan.
Hidup ini tetap memiliki pengharapan.
Pengharapan akan penyertaan Tuhan.
Pengharapan akan hidup berkelimpahan.
Dan pengharapan akan keselamatan.

(Tunas Putra).

PUISI: Damai Sejahtera Abadi

Ketika bulan tak lagi berseri
Bintang-bintang tak nampak menghiasi
Mentari tak terbit di pagi hari
Bahkan bungapun enggan bersemi

Janganlah pernร h gelisah di hati
Karena Tuhan tak membiarkan kau sendiri
IA kan selalu menyertai
TanganNyร  kร n selalu memegangi

Langkahmu tak kan terhenti
CahayaNya kan tetap menerangi
Hingga kau menemukan cinta sejati
Dalam dalam sejahtera yang abadi

(Tunas Putra).