KESAKSIAN : Pengalaman Hidup Bersama Tuhan

Pengalamanku hidup bersama Tuhan:
Aku lahir anak pertama dan memiliki 3 adik yang semuanya wanita, sejak aku kecil ke dua orang tuaku selalu mencelaku yang di anggapnya kurang cantik di banding ke 3 adikku..di usia 7 tahun, saat saya sudah tidak sanggup lagi dengan tekanan dalam keluarga..aku pergi dari rumah dan hatiku selalu berdoa bila aku masih di kasih kesempatan untuk hidup di dunia, saya minta kepada Tuhan diberi orang tua yang bisa menerima aku apa adanya..TUHAN MENGUBAH HIDUPKU..ada seorang bangsawan mengangkatku menjadi anak dan di sekolahkan sampai aku lulus SPK, jadilah aku seorang perawat, setelah aku kerja di Jakarta, uang gajiku bisa ku tabung untuk kursus salon.
Singkat cerita aku sudah 12 thn malang melintang kerja di salon akhirnya saya menikah dan sukses di Jakarta, punya usaha distributor kosmetik dan salon, kedua orang tuaku yang dulu mencela berubah memuji karena saya di anggap paling kaya dari saudaraku yang lain.
Bahagia belum berpihak padaku, selama 7 thn menikah tidak kunjung mendapat keturunan, yaitu seorang anak yangku harapkan. Hari-hariku selalu gelisah, pada usiaku yang ke 33 thn saya baru hamil dan saat anakku masih bayi suamiku meninggal, jadilah saya janda dan merawat anakku seorang diri. Kemudian aku membawa anakku pulang ke Solo, namun kepulanganku ke Solo justru semakin memperpanjang penderitaanku, semua saudaraku yang dulu pernah meminjam uangku memusuhiku karena takut saya tagih. Untuk menyambung hidupku bersama anakku yang sudah yatim, aku bekerja apa saja, termasuk berkeliling jalan kaki menawarkan roti dan salon dari rumah ke rumah, tetapi aku tidak menyerah dan cengeng, aku tetap tegar di saat sesulit apapun.
Aku punya anak, aku punya TUHAN..di saat aku berdoa pertolongan Tuhan datang..aku kembali di berkati usaha salon dan rias pengantin, jadilah aku Bunda Esther Rias Pengantin (nama FB). Sekarang kesibukanku sehari-hari selain mengurus salon, menjadi salah satu pendoa di Layanan Doa Sion Online. Semua karena kasih-Nya dan anugerah TUHAN. Amin

About these ads
Categories: Kesaksian | Tags: , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Post navigation

2 thoughts on “KESAKSIAN : Pengalaman Hidup Bersama Tuhan

  1. Martua Pardede

    mantap bu, selalu tegar dan selalu bersyukur dalam segal hal… ketegaran dan kesetiaan ibu kepada Tuhan, perlu dicontoh….GBU

  2. memang dibutuhkan hikmat untuk semuanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 86 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: