Monthly Archives: Maret 2012

RENUNGAN : Jalan Hidup Yang Pahit

JALAN HIDUP YANG PAHIT

“Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku”. Rut 1:20

 Jalan hidup yang pahit adalah jalan hidup yang penuh dengan penderitaan. Hal itulah yang dialami oleh Naomi. Saat Tanah Israel  terjadi kelaparan hebat, mengungsilah Naomi dengan suami dan kedua anaknya, membawa harta bendanya yang banyak sebagai bekal hidup. Di pengungsian, suami dan kedua anaknya meninggal, hingga tinggal menantunya. Saat ia kembali ke Tanah Israel Naomi tidak lagi mau di sebut namanya, sebab perjalanan hidup yang pahit. Namun Naomi tidak menyadari bahwa namanya tertulis dalam Alkitab, menantunya Rut yang mengikutinya menurunkan YESUS KRISTUS yang menjadi juru selamat umat manusia. Ada rencana indah di balik perjalanan pahit yang di alami Naomi. Di balik perjalanan pahit ada perjalanan manis bagi keturunan bahkan  seluruh umat manusia.

Mungkin perjalanan hidup saudara tidak kalah pahitnya dengan perjalanan hidup Naomi. Matapelata datang bertubi-tubi. Selalu kehilangan orang-orang yang dikasihi. Berada dalam keadaan  kekurangan yang berkepanjangan. Berbagai-bagai masalah senantiasa menghimpit. Tidak pernah terwujud apa yang diharapkan. Garis keberuntungan tidak menjadi milikmu. Jika hal-hal yang pahit demikian ada di pihakmu, janganlah kecil hati. Jangan pernah menyesal ataupun bersungut-sungut. Sebab ada rencana ALLAH yang jauh lebih agung di balik semua kepahitan itu. Rencana ALLAH yang bukan saja untuk saudara nikmati, namun hingga keturunan kita kelak.

Jadikan setiap perjalanan pahit hidup saudara. Sebagai sebuah pengharapan akan adanya perjalanan manis bagi keturunan kita kelak. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tags: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Lemah Namun Kuat

LEMAH NAMUN KUAT

“Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah”. II Korintus 13:4

 TUHAN YESUS KRISTUS sebagai manusia  yang bertubuhkan daging juga merasakan kelemahan. Ia merasakan lapar, lelah, ngantuk, marah dan merasakan sakit seperti kita. Dalam keadaan lemah TUHAN YESUS dianiaya, disiksa, dipaku dan disalibkan hingga mati tergantung di atas kayu salib. Namun dengan kuasa  ALLAH, bukan dengan kekuatan daging, IA bangkit dan hidup untuk selama-lamanya.

Saya dan saudara sebagai manusia  yang bertubuhkan daging. Memiliki kelemahan-kelemahan yang sama seperti dirasakan oleh TUHAN YESUS KRISTUS. Kita lapar, lelah, ngantuk dan juga sakit. Selama kita masih hidup di dalam dunia yang bertubuhkan daging. Kelemahan-kelemahan itu tidak pernah lepas dari tubuh kita. Meski kita makan, beberapa jam lapar lagi. Demikianlah kelemahan itu selalu menyelimuti kita. Allah ijinkan kelemahan itu selalu ada pada kita. Hal itu diijinkan selalu ada pada kita, supaya kita tidak mengandalkan kekuatan tubuh kita, melainkan bergantung kepada kuasa ALLAH.

Kalau sekarang ini kita setiap hari harus  terus-menerus merasakan kelemahan-kelemahan tubuh kita, bahkan mungkin kita memiliki keadaan tubuh yang sangat lemah bersyukurlah. Karena Allah ijinkan agar kita senantiasa bergantung kepada kuasa  ALLAH.

Jadikan kelemahan-kelemahan kita untuk senantiasa bergantung kepada ALLAH. Semakin lemah kita, semakin kuat kita bergantung kepada kuasa ALLAH. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Benih Bagi Penabur

BENIH BAGI PENABUR

“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”. (II Korintus 9:10).

Sebuah pertanyaan mendasar bagi para penabur berkat. Siapakah yang akan menyiapkan benih bagi penabur? Siapakah yang menyediakan berkat untuk ditaburkan? Uang siapakah yang akan disalurkan? Berkat siapakah yang akan dibagi-bagikan? Rasul Paulus menjelaskan kepada Jemaat di Korintus, bahwa Tuhanlah yang akan menyediakan benih untuk penabur. Artinya Tuhanlah yang akan menyediakan berkat untuk disalurkan. Tuhanlah yang akan menyediakan uang untuk dibagi-bagikan. DIAlah sumber benih berkat itu.

Seorang penabur berkat tidak harus orang kaya. Seorang penyalur berkat tidak harus orang yang berlimpah harta. Tetapi cukup sebuah kemauan, keinginan, kerinduan dan tekad yang kuat. Allah yang akan menyediakan benih itu. Seorang sederhana tetapi memiliki kemauan untuk memberi, Allah yang akan menyediakan berkat untuk diberikan. Seorang biasa tetapi memiliki kerinduan untuk menjadi saluran berkat, Allah yang akan menyediakan berkat untuk dapat disalurkan.

Hingga saat ini Allah masih memiliki gudang benih berkat berlimpah yang siap disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Kepada mereka yang kekurangan. Kepada mereka yang menjadi korban bencana alam. Kepada mereka yang setia melayani TUHAN. Allah membutuhkan orang-orang yang rela dan bersedia menjadi saluran berkat ALLAH itu. Allah akan mempercayakan segala benih berkat itu kepada mereka yang dapat dipercayai untuk menyalurkan berkat.

Jadilah penyalur berkat. Allah yang akan menyediakan benih berkat untuk dapat disalurkan bagi mereka yang membutuhkan. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tags: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Hari Perhentian

HARI PERHENTIAN

“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu”. Kejadian 2:3

Hari perhentian. Hari perhentian adalah hari dimana Allah berhenti dari segala pekerjaan. Pada hari perhentian yang di lakukan Allah adalah mengumpulkan anak-anakNYA untuk menikmati kasih sayang dan memberkati mereka. Oleh sebab itu pada hari perhentian yaitu hari Sabat, Allah melarang anak-anakNYA untuk sibuk melakukan pekerjaan-pekerjaan mereka, melainkan Allah memanggil mereka untuk datang ke rumah TUHAN menikmati kasih dan berkat Allah yang telah disediakan.

Enam hari kita bekerja keras. Mengumpulkan berkat-berkat Allah untuk mencukupkan kebutuhan hidup. Pada hari ke tujuh saatnya beristirahat. Datang ke rumah TUHAN bukanlah beban. Sebab saat kita datang ke rumah TUHAN, TUHAN memberkati kita, hingga apa yang telah kita kumpulkan selama enam hari tidak sia-sia, melainkan diberkati TUHAN, sehingga dapat dipakai untuk bekal hidup kita. Demikian juga saat kita beristirahat dan datang ke rumah TUHAN, TUHAN memberi kekuatan sehingga kita sanggup untuk bekerja kembali di minggu selanjutnya.

Lelahkah kita bekerja? Jenuh? Banyak masalah yang tidak terselesaikan? Kekurangan berkat? Sakit? Semua itu terjadi oleh karena kita tidak pernah berhenti pada hari sabat untuk datang ke rumah TUHAN. Kasih sayang, kekuatan dan berkat tidak pernah kita nikmati dalam hidup kita.

Berhentilah pada hari sabat untuk datang kerumah TUHAN. Maka segala berkat akan berlimpah dalam hidup kita. Amin. Dari kota SION TUHAN YESUS memberkati.

 (Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tags: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Hari Perhentian

DI SERAHKAN KE DALAM TANGAN MUSUH

“Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya”. (Hakim-hakim 13:1)

Di serahkan ke dalam tangan musuh. Demikianlah bangsa Israel di serahkan ke dalam  tangan musuh yaitu bangsa Filistin. Meskipun mereka sudah di tanah Kanaan yang dijanjikan TUHAN, namun hidup mereka berada dalam genggaman tangan musuh. Tidak merdeka, tidak bebas, diperbudak setiap hari. Hak-hak mereka tidak di dapatkan, bahkan kewajiban mereka untuk mensejahterakan musuh. Hal itu terjadi oleh karena bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.

Demikianlah kehidupan kita. Saat kita melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Kita di serahkan kepada tangan musuh oleh TUHAN. Hidup kita tidak merdeka. Hal-hak kita tidak kita miliki. Kerja keras kita hanya untuk mensejahterakan musuh. Kita dalam tekanan, penindasan dan penganiayaan. Penindasan itu dapat berupa pekerjaan yang berat. Pimpinan yang menekan, situasi pekerjaan yang tidak menyenangkan, atau berbagai tekanan yang lain.

Satu persoalan yang tidak kunjung selesai, hal itu sudah memperbudak kita. Setiap hari kita selalu dibuat repot oleh masalah itu. Kegiatan dan kenyamanan kita menjadi terganggu. Atau satu penyakit kecil saja dalam tubuh kita yang tidak kunjung sembuh, hal itu sudah sangat memperbudak hidup kita, hingga kita selalu di buat repot olehnya.

Jangan pernah melakukan apapun yang di anggap jahat di mata TUHAN. Agar hidup kita tidak di berada dalam genggaman musuh. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS Memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tags: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

RENUNGAN : Kematian Hanyalah Tidur

KEMATIAN HANYALAH TIDUR

Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Markus 35:39

Kematian hanyalah tidur. Hal ini dialami oleh anak seorang Kepala Rumah Ibadat. Semua orang sudah tahu bahwa anaknya sudah mati, mereka menangisi dan meratapi. Saat TUHAN YESUS tiba di tempat itu, TUHAN YESUS berkata, bahwa anak itu tidak mati melainkan hanya tidur. Anak itu akhirnya dapat dibangkitkan oleh TUHAN YESUS kembali.

Ada banyak keadaan kita yang sering mengalami kematian. Pastilah diantara kita belum pernah mengalami kematian secara jasmani. Tetapi kita sering mengalami kematian rohani. Hingga seluruh hidup kita dalam kehancuran, ketakutan, kegelisahan dan tidak ada damai sejahtera. Dalam keadaan demikian kita menyadari tidak mudah untuk membangkitkan rohani kita kembali. Sering juga kita mengalami kematian secara ekonomi. Ekonomi kita hancur, hingga untuk makan saja susah, kita sudah berusaha keras, bagaimana membangkitkan usaha atau pekerjaan kita, namun susah dan tidak segera bangkit. Kadang juga kita mengalami kematian hati kita. Hati kita menjadi dingin dan beku. Susah untuk membangkitkan kasih yang sudah mati. Semua kematian itu di hadapan TUHAN YESUS hanyalah tidur. Bukan merupakan perkara sulit bagi TUHAN YESUS untuk membangunkan kembali apa yang sudah mati dalam hidup kita.

Serahkan semua kematian kepada TUHAN YESUS. Ia sanggup membangunkan dan membangkitkan kembali, baik keluarga, hati, ekonomi ataupun organ-organ dalam tubuh kita. Di dalam tangan TUHAN YESUS semua kematian hanyalah tidur. Amin. Dari Kota SION TUHAN YESUS Memberkati.

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Renungan | Tags: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Sang Penebus Dosa

SANG PENEBUS DOSA

Di puncak bukit Golgota
Meregang nyawa
Antara bumi dan langit
Tergantung diatas kayu kasar
Dalam hujat, cela dan hinaan

Setetes demi setetes darah mengalir
Membasah bumi yang kian memerah
Sayatan luka kian ternganga
Dalam jerit, perih dan pedih
Merintih sendu dalam pilu

Tak ada kawan yang iba
Tak ada saudara yang bela sungkawa
Semua pergi berlari dan sembunyi
Hanya musuh yang penuh kebencian
Mencabik-cabik seluruh jiwa raga

Engkau tertunduk lemah
KematianMu menggoncang surga dan neraka
Kau serahkan seluruh jiwa ragaMU
Hingga di selamatkannya seisi dunia
Engkaulah Yesus Sang Penebus Dosa

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Ketika Pagi Ini

KETIKA PAGI INI

Ketika pagi ini kau membuka mata
Kau akan melihat senyum cerah mentari
Sebagai tanda hari tlah berganti

Ketika pagi ini kau membuka jendela
Kau akan indahnya bunga mekar mewangi
Sebagai tanda keindahan alam semesta

Ketika pagi ini kau membuka pintu
Kau akan melihat sejuk embun pagi
Sebagai tanda kesejukan hati hari ini

Ketika pagi ini kau membuka hati
Kau akan melihat kasih BAPA SURGAWI
Sebagai tanda kau adalah buah hati Sang BAPA

Ketika pagi ini kau membuka jiwa
Kau akan melihat karya agung dan sempurna
Yang di ciptakan BAPA untukmu

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Bulan di Tengah Malam

BULAN DI TENGAH MALAM

Bulan di tengah malam
Sendirian tanpa kawan
Menyinari kegelapan
Menghapus kesunyian

Bulan di tengah malam
Meredam sebuah jeritan
Membangkitkan keberanian
Tampil sebagai hiasan

Bulan di tengah malam
Mengusik kesepian
Bermandikan keindahan
Melukiskan kenangan

Bulan di tengah malam
Ku ingin diam
Mengenang masa silam
Menghitung liku kehidupan
Menatap masa depan

Bulan di tengah malam
Nampak keindahan alam
Ciptaan yang mengagumkan
Yang telah Tuhan berikan
Agar manusia mengenal TUHAN

Bulan di tengah malam
Kurasakan kehadiran TUHAN
Membuatku tenggelam
Dalam  suatu dekapan
Dan indahnya kasih TUHAN

(Sion, Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PUISI : Jalan Salib

JALAN SALIB

Meski langkahMU tertatih-tatih
Namun KAU tak pernah  merintih
Meski luka di tubuhMU terasa perih
Namun tak pernah KAU berucap pedih

Goresan-goresan luka kian ternganga
Menguliti tubuh yang penuh luka
Tetesan darahpun berceceran dimana-mana
Menyebabkan sakit yang luar biasa

KAU tetap bertahan, hingga titik darah yang penghabisan
Tanpa sebuah pembelaan, hanya suara-suara yang penuh kecaman
Musuh-musuh yang penuh kebencian, mereka teriakkan dengan hujatan
Semua ini ENGKAU lakukan untuk sebuah kedamaian
Oleh karena penyaliban, kami semua di selamatkan

Terima kasih TUHAN, rasa syukur kami naikkan
Kami akan tetap terus beriman, hingga akhir kehidupan

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , , , | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 86 pengikut lainnya.