PUISI : Abang Becak

ABANG BECAK
Berselimutkan malam kelam
Beralaskan dingin mencekam
Berkerudungkan sepi sendirian
Menunggu penumpang di sudut jalan
Jadi abang becak tujuh turunan
Semakin susah cari sandang pangan
Setiap orang sudah punya kendaraan
Hidup di jalan juga banyak saingan
Mau berhenti semakin banyak kebutuhan
Mau kerja tak ada yang  jadikan karyawan
Mau mencangkul tak ada lahan
Menunggu uluran para dermawan
Tak ada yang merasa kasihan
Hanya menunggu kemurahan Tuhan
Untuk mencukupi kebutuhan
Semoga esok masih bisa bertahan
Karena Tuhan yang memberi kekuatan
About these ads
Categories: Puisi Rohani | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Post navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: